DESIMINASI  MODUL 1.4 " BUDAYA POSITIF"

oleh

INDAH REZAT HANIFAH 

CGP ANGKATAN 7 UPT SD NEGERI TLOGO 02 

KABUPATEN BLITAR



 Desiminasi Penerapan Pemahaman Budaya Positif di UPT SD Negeri Tlogo 02 Berbagi Praktik baik Kebutuhan Dasar Manusia, 5 Posisi Kontrol , Segitiga Restitusi dan Pembuatan Keyakinan Kelas

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA 

Kebutuhan dasar manusia menurut dr William Glasser dalam Choice Theory dibagi lima.Antara lain kebutuhan untuk bertahan hidup (survival), kasih sayang dan rasa diterima (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun) dan penguasaan (power).

5 POSISI KONTROL 

Diane Gossen dalam bukunya Restitution-Restructuring School Discipline (1998) mengemukakan bahwa guru perlu meninjau kembali penerapan disiplin di dalam ruang-ruang kelas mereka selama ini. Apakah telah efektif, apakah berpusat, memerdekakan, dan memandirikan murid, bagaimana dan mengapa? Melalui serangkaian riset dan berdasarkan pada teori Kontrol Dr. William Glasser, Gossen berkesimpulan ada 5 posisi kontrol yang diterapkan seorang guru, orang tua ataupun atasan dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol tersebut adalah Penghukum, Pembuat Rasa Bersalah, Teman, Pemantau dan Manajer.(Modul 1.4 LMS)

SEGITIGA RESTITUSI

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996).

Terdapat tiga langkah pada restitusi atau kita kenal dengan segitiga restitusi, yaitu 1) menstabilkan identitas; 2) validasi tindakan yang salah;3) menanyakan keyakinan. Ketiga langkah ini dideskripsikan pada Gambar 1 dibawah ini,

                                                       Gambar 1. Segitiga restitusi (LMS)

Pada bagian dasar seitiga merupakan langkah pertama restitusi yaitu menstabilkan identitas. Bagian ini bertujuan merubah orang yang merasa gagal karena berbuat salah menjadi orang sukses. Kita harus mampu meyakinkan mereka misalnya dengan berkata “Saya pernah melakukan hal yang sama denganmu{”. Ketika seseorang dalam kondisi emosional maka otak tidak mampu berpikir rasional. Kondisi ini sangat tepat kita gunakan untuk menstabilkan identitas. Kita membantu menenangkan mereka dan mencari solusi untuk permasalahannya.

       Langkah kedua adalah memvalidasi tindakan yang salah. Pada langkah kedua kita terlebih dahulu memahami kebutuhan dasar yang mendasari tindakan murid kita, Menurut teori kontrol semua tindakan pasti memilki tujuan, entah baik ataupun buruk. Ketika kita menolak murid yang berbuat salah maka merka akan tetap dalam masalah. Yang lebih diperlukan adalah kita memahami alasan mereka berbuat kesalahan sehingga mereka merasa dipahami. 

      Menanyakan keyakinan kelas adalah langkah selanjutnya. Ketika langkah pertama dan kedua sukses dilakukan maka anak lebih siap dikaitkan dengan nilai-nilai kebajikan yang dia percaya dan berpindah menjadi orang yang dia inginkan. Kehidupan masa depan yang mereka inginkan sangat penting ditanyakan. Ketika gambaran masa depannya sudah ditemukan, maka guru dapat membantu mengarahkan mereka tetap fokus pada gambarannya. Segitiga restitusi dapat menumbuhkan motivasi internal murid untuk disiplin positif dan terbiasa mencari solusi dengan permasalahannya.            

 PEMBUATAN KEYAKINAN KELAS 

Mengenal Cara Merumuskan Keyakinan Kelas
  1. Siswa Menulis Keyakinan yang Mereka Inginkan. ...
  2. Guru dan Siswa Mengulas Keyakinan yang Telah Tertulis. ...
  3. Guru dan Siswa Memilah Keyakinan Kelas yang Penting. ...
  4. Mengubah Keyakinan Kelas Menjadi Kalimat Positif. ...
  5. Mengecek dan Menyepakati Keyakinan Kelas.
  6. Tanda tangani dan pajang Keyakinan kelas  ditenpat yang mudah terlihat oleh siswa

Comments